Sesungguhnya begitu senang sekali, tatkala musimnya bunga, namun... ada namunnya... setiap musim bunga printemps menjelang tiba dimana tumbuh-tumbuhan menyerlahkan bunga-bungaan mekar berkembangan cantik menawan, mengakhiri musim sejuk terus menjemput musimnya bunga berarti panca warna berwarni yang gemilang sekali.
Meski pun hanya bertumbuhan liar disekitaran taman halaman namun bersyukuran kepadaNya karena menjadi saksi nan setia terhadap setiap tahun bersilih tukar ganti musim yang telah berjaya mengajari diri menghargai pertukaran pusingan sebuah bulan menjadi tahun yang bermusim empat yang begitu berbeda diantara satu sama lain, namun lagi sekali... sungguh terlalu bermasa'alah kepada si-BintangJauh, dari malam semalam petanda " pollen allergy symptoms" sudah menyerang, jadinya hidung nasal berair... mata juga bergenang perit, tekak palate bagai digaru-garu dan yang terpaling serasa rimas ialah ter... aaah-choume... ah-choume aka "seasonal sneezing" tanpa henti!
Jadinya disepanjang musim bunga nan indah ini serupa seperti waktunya akan berlawan dengan masa'alah si-pollen!
Seterusnya peragaan photos yang di-clip clap snaps sepetang tadi bersama seiring berduaan dengannya Honey Aristocat peneman si-BintangJauh nan setia...
Hanya sekadar petikan gambaran tumbuhan liar yang tumbuh dengan sendirinya merata terbentang luas kelihatan didataran taman, walau pun kecil comel cenonet saiznya kembangan semekar bunga namun diri sudah pasti tertawan dengan nature yang maha semulajadi, dan jangan sesekali mengabaikan keindahan yang begitu lengkap lagi sempurna yang selama ini telah berjaya melembutkan rasa perasaan walau pun tidak berduka atau resah gelisah gundah gulana ketika itu.
Violette sauvage Viola Riviniana /unggu namanya berjiran dengan sekuntum marguerite.
Sekelompok kumpulan Primevère putih berhati kuning.
Sekelompok violette sauvage.
Primevère rose.
Marguerites liar, adore nian...
Sempurna kejadianNya.
Marguerite rose menyelit sebok bersama marguerites putih.
Encore...
Et encore...
Primevères rose dan kuning jernih ditepi halaman.
Adore dengan gabungan dua warna pastel bersebelahan bersama.
Taburan bunga-bungaan primevères berwarna pastel lembut, J'adore!
Peneman nan setia... disitu lah si-BintangJauh, di-situ juga lah kelihatan si-Honey Aristocat, ma douce...
Begitu asyik melihat ke-arah si-twit twit dengan padangan mata yang...
Di panggil seru namanya... tidak dilayan!
Menyorok konon... di-celah-celah lalang rumput yang jarang...
Begitu asyik aksi melihat tengok, tampak bengis anak kucingku...
Dibawah sepokok Buis seratus tahun, ternampak se'ekor kucingnya jiran maka itu pandangan mata mengamcam garang!
Terdengar kicauan si twit twit, tidak tentu keruan lagi aksinya... yang mana satu harus di tumpukan perhatian...
Dibawah teduhan sepokok red cedar, mengapa adore si-anak kucing? karena keanggunan-nya yang tiada tandingan, contohnya... lihat dan amati lah susunan kedua telapak tangan yang diletak dengan sopan gracious sekali!
Ma douce...
Si-BintangJauh sedang memanggil menyeru namanya maka itu lembut pandangan si-anak mata...
Redup jadinya rasa perasaan...
Wahai sang twit twit...
Sudah capek penat dan letih dengan posisi gracious, terus beristirehat namun aksi mata memandang tengok masih tajam gitu...
Sepokok Tilleul seratus tahun ditepi taman sebagai perisai halaman yang masih rontok tanpa dedaunnya, seminggu dua lagi dengan sekelip mata akan kelihatan putik-putik baru dedaun menjelma dengan megahnya.
Kelihatan taburan tumbuhan Primevères terbentang cantik dibawah teduhan pokoknya Tilleul.
Seterusnya peragaan tumbuhan yang sama yaitu liar tumbuh sesuka hatinya namun cantik berseri hiasan nature yang maha Pemurah dariNya, syukran...
Sekumpulan Primevères berwarna warni pastel lembut.
Adore photo ini!
Voilà...
CintaJL sudah berpesan, jangan lama ditaman halaman nanti pollen boleh melayang melekat hinggap di rambut, kalu... terbersin ah-choume non stop...